Paket TORCH

Informasi detil

Pemeriksaan TORCH adalah pemeriksaan screening berupa tes darah guna mendeteksi sekelompok infeksi pada tubuh anda. TORCH merupakan singkatan dari toxoplasmosis, rubella, cytomegalovirus, dan herpes simplex.

Toxoplasmosis adalah infeksi yang disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii yang biasanya ditularkan oleh hewan, seperti kucing, burung. Penyebaran bisa terjadi lewat kotoran binatang, transfusi darah atau transplantasi organ, mengonsumsi makanan yang terkontaminasi, atau mengonsumsi daging (sapi, kambing, babi) mentah atau setengah matang.

Keempat jenis penyakti infeksi ini, sama-sama berbahaya bagi janin bila infeksi diderita oleh ibu hamil. Kini, diagnosis untuk penyakit infeksi telah berkembang antar lain ke arah pemeriksaan secara imunologis. Prinsip dari pemeriksaan ini adalah deteksi adanya zat anti (antibodi) yang spesifik taerhadap kuman penyebab infeksi tersebut sebagai respon tubuh terhadap adanya benda asing (kuman).

Antibodi yang terburuk dapat berupa Imunoglobulin M (IgM) dan Imunoglobulin G (IgG). 

Paket TORCH meliputi tes-tes di bawah ini:

1.       Anti-toxoplasma IgG: Tes anti-toxoplasma IgG adalah tes yang menguji antibodi IgG yang muncul jika seseorang pernah terkena infkesi Toxoplasmosis yang disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii. Toxoplasmosis yang terjadi pada wanita hamil bisa menyebabkan keguguran atau bayi lahir prematur. Janin yang sedang dikandung juga bisa tertularkan infeksi ini melalui plasenta, yang bisa memicu cacat lahir atau kerusakan organ. Wanita yang sedang hamil disarankan untuk melakukan tes ini setiap tiga bulan. Tes Anti-toxoplasma IgG dilakukan menggunakan sampel darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan.

2.       Anti-toxoplasma IgM: Berbeda dengan IgG, tes anti-toxoplasma bertujuan untuk mendeteksi antibodi IgM yang pertama kali muncul ketika seseorang pertama kali terinfeksi Toxoplasmosis. Antibodi IgM biasanya akan menghilang setelah beberapa bulan. Sama seperti antibodi IgG, tes anti-toxoplasma IgM sebaiknya dilakukan setiap tiga bulan. Tesnya dilakukan menggunakan sampel darah yang diambil dari pembuluh darah vena yang diambil dari lengan.

3.       Anti-rubella IgG: Virus rubella, atau biasa disebut campak Jerman, bila menyerang wanita hamil bisa mempengaruhi perkembangan bayi dan menyebabkan kerusakan jantung, mata, telinga, dan keterbelakangan mental. Rubella juga bisa menyebabkan keguguran atau kelahiran prematur. Tes anti-rubella IgG bertujuan untuk mendeteksi antibodi IgG yang muncul setelah seseorang terinfeksi rubella dan bisa bertahan seumur hidup. Wanita hamil disarankan melakukan tes ini setiap tiga bulan. Tes ini dilakukan menggunakan sampel darah yang diambil dari pembuluh darah vena pada lengan.

4.       Anti-rubella IgM: Antibodi IgM adalah antibodi pertama yang muncul dalam darah jika seseorang terinfeksi virus rubella dan akan menghilang setelah beberapa bulan. Jadi, tes anti-rubella IgM bertujuan untuk mengecek apakah seseorang--khususnya ibu hamil--terinfeksi virus rubella atau tidak dan dianjurkan untuk dilakukan setiap tiga bulan. Tes ini dilakukan menggunakan sampel darah yang diambil dari pembuluh darah vena pada lengan.

5.       Anti-CMV IgG: Cytomegalovirus (CMV) adalah virus yang bisa ditularkan oleh ibu hamil kepada bayinya, baik melalui plasenta atau pada saat proses persalinan dan menyusui. Virus ini bisa menyebabkan kerusakan pendengaran, penglihatan, dan keterbelakangan mental pada bayi, yang bisa muncul saat remaja atau dewasa. Tes anti-CMV IgG bertujuan untuk mengetes ada tidaknya antibodi IgG terhadap Cytomegalovirus. Tes ini dianjurkan untuk dilakukan setiap tiga bulan pada ibu hamil dan dilakukan menggunakan sampel darah yang diambil dari pembuluh darah vena pada lengan.

6.        Anti-CMV IgM: Tes anti-CMV IgM bertujuan untuk mengetes ada tidaknya antibodi IgM yang muncul saat seseorang baru terinfeksi Cytomegalovirus. Antibodi ini biasanya hilang dalam beberapa bulan. Tes ini dianjurkan agar dilakukan setiap tiga bulan sekali pada ibu hamil, dan dilakukan menggunakan sampel darah yang diambil dari pembuluh darah vena pada lengan.

7.       Anti-HSV II IgG: Herpes Simplex Virus tipe 2 adalah infeksi herpes yang terjadi pada alat kelamin dan biasanya ditularkan oleh ibu kepada bayi saat proses persalinan. Bayi yang terinfeksi HSV II berisiko mengalami gangguan kesehatan seperti kerusakan pada mata dan trakea, meningitis, pneumonia, dan encephalitis (radang otak). Tes anti-HSV II IgG bertujuan mendeteksi antibodi IgG yang muncul setelah seseorang terinfeksi HSV II dan dilakukan menggunakan sampel darah yang diambil dari pembuluh darah vena pada lengan. 

8.       Anti-HSV II IgM: Tes anti-HSV II IgM bertujuan mendeteksi antibodi IgM yang muncul saat seseorang pertama kali terinfeksi HSV II. Tes ini dilakukan menggunakan sampel darah yang diambil dari pembuluh darah vena pada lengan dan ibu hamil disarankan melakukan tes setiap tiga bulan.

 

 

 

 

Persiapan

 

Tidak ada persiapan khusus.

 

Paket TORCH

Harga Mulai

Rp 2.417.000
2% Rp 2.480.000
Harga Mulai 2% Rp 2.480.000
Rp 2.417.000
Daftarkan email Anda untuk berlangganan Info diskon eksklusif Triasse. Daftar sekarang, GRATIS!
Langganan Anda tidak dapat disimpan. Silakan coba lagi.
Terima kasih sudah berlangganan di Triasse.