Paket Skrining Penyakit Menular Seksual


VDRL (Veneral Disease Research Laboratory)

TPHA (Treponema Pallidum Hemaglutination Assay)

HBsAg

Anti HSV II IgM

Anti HIV

 

Penyakit menular seksual (PMS), atau dikenal juga dengan istilah Penyakit Kelamin, adalah penyakit yang umumnya ditularkan melalui hubungan seks yang tidak aman. Panel skrining penyakit menular seksual memiliki fungsi untuk mendeteksi kemungkinan adanya infeksi oleh penyakit Herpes, Gonore, Hepatitis atau Sifilis sehingga dapat dengan segera menentukan terapi yang lebih tepat.

Berikut serangkaian tes yang harus Anda jalani untuk pemeriksaan penyakit menular seksual:

1.   VDRL: Veneral Disease Research Laboratory (VDRL) adalah tes yang dilakukan untuk memeriksa munculnya antibodi terhadap bakteri Treponema pallidum, bakteri yang menyebabkan penyakit seksual menular sifilis. Pemeriksaan ini biasanya dianjurkan dokter kepada mereka yang memiliki gejala sifilis atau berisiko tinggi tertular sifilis. Tes VDRL dilakukan menggunakan sampel  darah yang diambil dari pembuluh darah vena pada lengan. 

2.   TPHA: Treponema Pallidum Hemagglutination Assay juga adalah tes untuk memeriksa apakah Anda terkena penyakit sifilis atau tidak, namun dilakukan secara serologi dan untuk memeriksa sifilis pada tahap lanjut atau akhir.

3.   HBsAG: HBsAg adalah Hepatitis B Surface Antigen yang merupakan antigen untuk mendeteksi virus Hepatitis B. Apabila HBsAg ditemukan dalam darah dan telah berada selama lebih dari 6 bulan, berarti telah terjadi infeksi kronis. Tes HBsAg dilakukan menggunakan sampel darah yang diambil dari pembuluh darah vena pada lengan.

4.   Anti-HSV II IgM: Tes anti-HSV II IgM bertujuan mendeteksi antibodi IgM yang muncul saat seseorang pertama kali terinfeksi HSV II (Herpes Simplex Virus tipe 2). Tes ini dilakukan menggunakan sampel darah yang diambil dari pembuluh darah vena pada lengan.

5.   Anti-HIV: Human Immunodeficiency VIrus (HIV) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh sehingga menyebabkan daya tahan tubuh menurun dan jadi mudah terinfeksi berbagai jenis kuman. Pemeriksaan anti-HIV bertujuan untuk mendeteksi antibodi yang dihasilkan tubuh untuk melawan HIV, yang biasanya terbentuk 3-5 minggu setelah terinveksi. HIV adalah virus yang menyebabkan seseorang terkena penyakit AIDS. Tes anti-HIV dilakukan menggunakan sampel darah yang diambil dari pembuluh darah vena pada lengan.

 

 

 Tidak ada persiapan khusus, wajib  konsultasi dengan dokter di Lab