Paket Risiko Penyakit Jantung

Informasi detil

Penyakit jantung yang paling umum terjadi adalah penyakit jantung koroner (PJK) dimana penyakit ini terjadi ketika pasokan darah yang kaya oksigen menuju otot jantung terhambat oleh adanya plak/sumbatan pada arteri koroner. Panel Risiko Penyakit Jantung berfungsi untuk mendeteksi adanya berbagai faktor yang dapat meningkatkan risiko untuk terkena Penyakit Jantung Koroner dan/atau Stroke.

 

Untuk mengecek risiko penyakit jantung, ada beberapa tes yang harus dilakukan, yaitu:

 

1.      Glukosa puasa: Pemeriksaan glukosa dalam darah ini baru bisa dilakukan setelah Anda puasa selama 8-10 jam untuk mendapatkan hasil yang akurat. Pengecekan glukosa ini dilakukan untuk mengetahui hipoglikemik atau hiperglikemik untuk membantu memastikan diagnosis diabetes atau untuk memantau kadar gula diabetesi. Tes glukosa puasa juga dapat membantu mendiagnosis prediabetes. Orang dengan diabetes memiliki risiko terkena penyakit jantung.

 

2.      Cholesterol Total: Pemeriksaan kolesterol total mengecek kadar konsentrasi kolesterol dalam darah yang dibawa oleh lipoprotein. Kolesterol tinggi berpotensi membentuk plak dalam pembuluh darah arteri  sehingga menimbulkan penyempitan. Penyempitan pembuluh darah memicu risiko penyakit jantung. 

 

3.      Cholesterol LDL Direk: Cholesterol low-density lipoprotein biasanya disebut sebagai kolesterol jahat. Tes ini akan memeriksa kadar kolesterol LDL dalam darah karena kolesterol ini bisa menempel di dinding pembuluh darah dan menyebabkan penyempitan. Konsentrasi kolesterol jahat yang tinggi meningkatkan risiko penyakit jantung.

 

4.      Cholesterol HDL: Cholesterol high-density lipoprotein biasanya disebut sebagai kolesterol baik. Kolesterol HDL bertugas untuk membawa kolesterol berlebih ke hati untuk diproses lebih lanjut. Kolesterol HDL yang tinggi melindungi Anda dari risiko penyakit jantung.

 

5.      Trigliserida: Trigliserida adalah salah satu lemak yang ada dalam darah yang terbentuk dari kalori yang berasal dari makanan yang kita makan. Trigliserida kemudian dilepaskan menjadi energi saat tubuh membutuhkan. Namun, jika kalori yang didapatkan tubuh lebih banyak dari energi yang dilepaskan, kadar trigliserida akan meningkat yang kemudian akan meningkatkan sindrom metabolik dan penyakit jantung.

 

6.       Apolipoprotein B (Apo B): Apolipoprotein B adalah apoprotein yang terdapat dalam molekul lipoprotein yang bisa memicu risiko penyakit jantung koroner (PJK). Pemeriksaan Apo B ini dianjurkan bagi Anda yang memiliki riwayat PJK atau keluarga dengan riwayat PJK atau mereka dengan kadar kolesterol dan trigliserida tinggi. Jika Anda sedang melakukan perawatan karena kolesterol tinggi, disarankan untuk melakukan tes Apo B secara rutin. Pemeriksaan Apo B dilakukan menggunakan sampel darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan. 

 

7.       Lipoprotein A/Lp A: Lipoprotein A adalah lipoprotein unik yang muncul sebagai faktor risiko untuk berbagai penyakit vaskular. Tes ini dilakukan untuk mengetahui kadar Lp A dalam darah. Kadar Lp A sangat dipengaruhi juga oleh faktor genetik. Tes ini tidak direkomendasikan untuk pasien umum, tapi bagi mereka yang memiliki riwayat PJK dan stroke. Tes Lp A dilakukan menggunakan sampel darah yang diambil dari pembuluh darah venadi lengan.

 

8.      hs-CRP: C-Reactive Protein (CRP) adalah protein yang dihasilkan oleh hati, terutama saat terjadi infeksi. Namun, saat terjadi peradangan akibat penyempitan pembuluh darah jantung (aterosklerosis), CRP yang dihasilkan akan sangat kecil. Tes high sensitivity CRP dilakukan untuk mengecek konsentrasi CRP yang kecil tadi, untuk memeriksa potensi risiko peyakit kardiovaskular atau jantung. 

 

 

 

 

Persiapan

 

Puasa 10-12 Jam (Boleh minum air putih)

 

Daftarkan email Anda untuk berlangganan Info diskon eksklusif Triasse. Daftar sekarang, GRATIS!
Langganan Anda tidak dapat disimpan. Silakan coba lagi.
Terima kasih sudah berlangganan di Triasse.