Paket Medical Check Up Silver


Perlu Puasa 10 - 12 Jam

Hematologi Lengkap

Urine Lengkap/Rutin

Glukosa Puasa *

Cholesterol (Kolesterol) Total *

Cholesterol (Kolesterol) LDL Direk *

Cholesterol (Kolesterol) HDL *

Trigliserida *

Ureum (BUN)/Urea N *

Kreatinin

Asam Urat *

 

Medical check-up adalah pemeriksaan kesehatan yang bertujuan untuk mengetahui status kesehatan Anda, bukan untuk mendiagnosis gejala atau mengobati penyakit.

Medical check-up mencakup serangkaian tes dan pemeriksaan kesehatan. Jenis-jenis dan lingkup pemeriksaan kesehatan dalam medical check-up bervariasi, tergantung keperluan dan permintaannya.

Pada umumnya medical check-up bertujuan untuk mendeteksi secara dini bila ada masalah kesehatan tersembunyi yang belum menunjukkan gejala, terutama penyakit-penyakit kardiovaskular, penyakit ginjal, penyakit liver dan diabetes mellitus. Selain mendeteksi dini penyakit, medical check-up juga menentukan tingkat kebugaran dan kesehatan umum.

Paket Medical Check-up Silver melingkupi tes-tes di bawah ini:

1.       Hematologi lengkap: Tes hematologi lengkap adalah tes darah yang dilakukan secara menyeluruh untuk memeriksa kemungkinan segala penyakit. Hematologi lengkap termasuk hematologi rutin (complete blood count/CBC), laju endap darah, dan hitung jenis leukosit. Tes hematologi lengkap dilakukan untuk mengecek gejala awal semua jenis penyakit. 

2.       Urine lengkap/rutin: Pemeriksaan urine lengkap atau rutin adalah pemeriksaan fisik, kimia, dan mikroskopis untuk meneliti dan/atau mengukur beberapa zat dalam urine. Zat-zat yang diukur seperti produk sampingan dari metabolisme yang normal dan abnormal, sel, fragmen sel, dan bakteri. Tes urine dilakukan untuk mendiagnosis berbagai penyakit, mulai dari diabetes, kelainan ginjal, penyakit metabolik, infeksi saluran kencing, dan lainnya.

3.       Glukosa puasa: Pemeriksaan glukosa dalam darah ini baru bisa dilakukan setelah Anda puasa selama 8-10 jam untuk mendapatkan hasil yang akurat. Pengecekan glukosa ini dilakukan untuk mengetahui hipoglikemik atau hiperglikemik untuk membantu memastikan diagnosis diabetes atau untuk memantau kadar gula diabetesi. Tes glukosa puasa juga dapat membantu mendiagnosis prediabetes.

4.       Kolesterol total: Pemeriksaan kolesterol total mengecek kadar konsentrasi kolesterol dalam darah yang dibawa oleh lipoprotein. Kolesterol tinggi berpotensi membentuk plak dalam pembuluh darah arteri  sehingga menimbulkan penyempitan. Penyempitan pembuluh darah memicu risiko penyakit jantung. 

5.       Kolesterol LDL Direk: Cholesterol low-density lipoprotein biasanya disebut sebagai kolesterol jahat. Tes ini akan memeriksa kadar kolesterol LDL dalam darah karena kolesterol ini bisa menempel di dinding pembuluh darah dan menyebabkan penyempitan. Konsentrasi kolesterol jahat yang tinggi meningkatkan risiko penyakit jantung.

6.       Kolesterol HDL: Cholesterol high-density lipoprotein biasanya disebut sebagai kolesterol baik. Kolesterol HDL bertugas untuk membawa kolesterol berlebih ke hati untuk diproses lebih lanjut. Kolesterol HDL yang tinggi melindungi Anda dari risiko penyakit jantung.

7.       Trigliserida: Trigliserida adalah salah satu lemak yang ada dalam darah yang terbentuk dari kalori yang berasal dari makanan yang kita makan. Trigliserida kemudian dilepaskan menjadi energi saat tubuh membutuhkan. Namun, jika kalori yang didapatkan tubuh lebih banyak dari energi yang dilepaskan, kadar trigliserida akan meningkat yang kemudian akan meningkatkan sindrom metabolik dan penyakit jantung.

8.       Ureum:  Tes ini adalah tes untuk menentukan kadar urea nitrogen dalam darah yang merupakan zat sisa dari metabolisme protein dan seharusnya dibuang melalui ginjal.

9.       Kreatinin: Tes kreatinin dilakukan untuk menentukan kadar kreatinin dalam darah. Kreatinin merupakan zat sisa hasil pemecahan otot yang akan dibuang melalui ginjal. Kadar kreatinin yang tinggi dalam darah dapat menjadi tanda adanya gangguan pada ginjal.

10.     Asam urat: Pemeriksaan asam urat mengukur kadar asam urat dalam darah dan urine. Asam urat diproduksi saat pemecahan purin yang dihasilkan oleh Sel-sel tubuh yang tua atau mati. Purin dikeluarkan dalam bentuk asam urat oleh ginjal dari tubuh lewat urine dan feses. 

 

 

 

*Puasa 10 – 12 Jam sebelum pengambilan darah