Paket Medical Check Up Luxury Wanita

Informasi detil

Medical check up adalah pemeriksaan kesehatan yang bertujuan untuk mengetahui status kesehatan Anda, bukan untuk mendiagnosis gejala atau mengobati penyakit.

Medical check up mencakup serangkaian tes dan pemeriksaan kesehatan. Jenis-jenis dan lingkup pemeriksaan kesehatan dalam medical check up bervariasi, tergantung keperluan dan permintaannya. Pada umumnya medical check up bertujuan untuk mendeteksi secara dini bila ada masalah kesehatan tersembunyi yang belum menunjukkan gejala, terutama penyakit-penyakit kardiovaskular, penyakit ginjal, penyakit liver dan diabetes mellitus. Selain mendeteksi dini penyakit, medical check up juga menentukan tingkat kebugaran dan kesehatan umum.

Paket medical check-up untuk wanita melibatkan tes-tes khusus untuk mengecek kesehatan organ kewanitaan. Paket Medical Check-up Luxury (Wanita) melibatkan tes-tes di bawah ini: 

1.   Hematologi lengkap:  Tes hematologi lengkap adalah tes darah yang dilakukan secara menyeluruh untuk memeriksa kemungkinan segala penyakit. Hematologi lengkap termasuk hematologi rutin (complete blood count/CBC), laju endap darah, dan hitung jenis leukosit. Tes hematologi lengkap dilakukan untuk mengecek gejala awal semua jenis penyakit.  

2.   Urine lengkap/rutin:  Pemeriksaan urine lengkap atau rutin adalah pemeriksaan fisik, kimia, dan mikroskopis untuk meneliti dan/atau mengukur beberapa zat dalam urine. Zat-zat yang diukur seperti produk sampingan dari metabolisme yang normal dan abnormal, sel, fragmen sel, dan bakteri. Tes urine dilakukan untuk mendiagnosis berbagai penyakit, mulai dari diabetes, kelainan ginjal, penyakit metabolik, infeksi saluran kencing, dan lainnya.

3.   EKG: Tes elektrokardiogram (EKG) adalah tes yang dilakukan untuk merekam aktivitas dan kelistrikan jantung. EKG dilakukan untuk mengetahui laju dan irama detak jantung. 

4.   Rontgen thorax:  Tes rontgen thorax adalah tes pencitraan yang mengambil foto dada menggunakan sinar-X. Rontgen thorax digunakan untuk mengetes berbagai kondisi berdasarkan dinding dada, tulang dada, dan struktur yang berada di dalam rongga dada seperti jantung, paru-paru dan lainnya. Rontgen thorax digunakan untuk mendiagnosis berbagai penyakit seperti kelainan jantung, berbagai penyakit jantung, tuberkolosis, pneumonia, tumor atau kanker paru, dan lain sebagainya.

5.   Golongan Darah dan Rhesus: Tes golongan darah adalah untuk mengecek golongan darah Anda dengan mengecek ada tidaknya antigen A atau B serta Rh (Rhesus) pada permukaan sel darah merah.

Paket Skrining Diabetes Mellitus

1.     Glukosa puasa: Pemeriksaan glukosa dalam darah ini baru bisa dilakukan setelah      Anda puasa selama 8-10 jam untuk mendapatkan hasil yang akurat. Pengecekan      glukosa ini dilakukan untuk mengetahui hipoglikemik atau hiperglikemik untuk membantu memastikan diagnosis diabetes atau untuk memantau kadar gula diabetesi. Tes glukosa puasa juga dapat membantu mendiagnosis prediabetes.

Paket Skrining Lemak/Kolesterol

1.     Kolesterol LDL Direk: Cholesterol low-density lipoprotein biasanya disebut sebagai kolesterol jahat. Tes ini akan memeriksa kadar kolesterol LDL dalam darah karena kolesterol ini bisa menempel di dinding pembuluh darah dan menyebabkan penyempitan. Konsentrasi kolesterol jahat yang tinggi meningkatkan risiko penyakit jantung.

2.     Kolesterol HDL:  Cholesterol high-density lipoprotein biasanya disebut sebagai kolesterol baik. Kolesterol HDL bertugas untuk membawa kolesterol berlebih ke hati untuk diproses lebih lanjut. Kolesterol HDL yang tinggi melindungi Anda dari risiko penyakit jantung.

3.     Trigliserida: Trigliserida adalah salah satu lemak yang ada dalam darah yang terbentuk dari kalori yang berasal dari makanan yang kita makan. Trigliserida kemudian dilepaskan menjadi energi saat tubuh membutuhkan. Namun, jika kalori yang didapatkan tubuh lebih banyak dari energi yang dilepaskan, kadar trigliserida akan meningkat yang kemudian akan meningkatkan sindrom metabolik dan penyakit jantung.

4.     Lp (a): Tes Lp (a) adalah tes untuk mengetahui kadar lipoprotein a dalam darah. Lipoprotein a adalah faktor risiko independen untuk berbagai penyakit vaskular.

5.  Kolesterol total: Pemeriksaan kolesterol total mengecek kadar konsentrasi kolesterol dalam darah yang dibawa oleh lipoprotein. Kolesterol tinggi berpotensi membentuk plak dalam pembuluh darah arteri  sehingga menimbulkan penyempitan. Penyempitan pembuluh darah memicu risiko penyakit jantung.

Paket Hepatitis B

1.     HBsAg: HBsAg adalah Hepatitis B Surface Antigen yang merupakan antigen untuk mendeteksi virus Hepatitis B. Apabila HBsAg ditemukan dalam darah dan telah berada selama lebih dari 6 bulan, berarti telah terjadi infeksi kronis. Tes HBsAg dilakukan menggunakan sampel darah yang diambil dari pembuluh darah vena pada lengan.

2.     Anti-HBs: Antibodi permukaan Hepatitis B (HBs) menunjukkan pemulihan atau kekebalan tubuh terhadap virus Hepatitis B. Anti-HBs juga muncul pada seseorang yang telah berhasil divaksinasi Hepatitis B. Tes Anti-HBs dilakukan untuk menguji ada atau tidaknya kekebalan tubuh terhadap virus ini dan dilakukan menggunakan sampel darah yang diambil dari pembuluh darah vena pada lengan.

Paket Skrining Tumor pada Wanita

1.     Pap smear: Tes ini dilakukan dengan mengumpulkan sampel swab dari leher rahim untuk memeriksa apakah ada perubahan morfologi (bentuk dan fungsi) pada sel-sel serviks dan mengecek Human Papiloma Virus (HPV) Pemeriksaan dilakukan dengan teknik pewarnaan, dan kemudian dilanjutkan dengan pengamatan di bawah mikroskop. Untuk wanita yang sudah menikah atau aktif secara seksual, disarankan melakukan pap smear setiap tiga tahun. 

Paket Skrining Fungsi Hati

1.     SGOT: Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase atau SGOT merupakan suatu enzim yang terdapat di dalam tubuh dan ditemukan umumnya di jantung, ginjal,      otak, otot, dan hati. SGOT berfungsi membantu mencerna protein dalam tubuh. Dalam keadaan normal, SGOT banyak terdapat di hati. Tes SGOT dilakukan menggunakan sampel darah yang diambil dari pembuluh darah vena pada lengan. Kadar SGOT yang meningkat di pembuluh darah bisa menunjukkan kemungkinan gangguan fungsi hati.

2.     SPGT: Serum Glutamic Pyruvic Transminase atau SGPT mirip dengan SGOT, yaitu      enzim yang membantu mencerna protein dalam tubuh dan banyak ditemukan di hati. Saat hati mengalami gangguan, hormon ini bisa masuk lebih banyak ke dalam pembuluh darah. Tes SGPT membantu mendiagnosis hal ini dan dilakukan menggunakan sampel darah yang diambil dari pembuluh darah vena pada lengan. 

3.     Gamma GT:  Gamma Glutamyl Transferase ditemukan di berbagai bagian tubuh, namun konsentrasinya paling tinggi di hati, saluran empedu, dan ginjal. Peningkatan konsentrasi serum Gamma GT mengindikasikan kerusakan hati. 

4.     Protein total: Tes ini untuk memeriksa kadar protein dalam darah dan bisa digunakan untuk mendiagnosis berbagai jenis penyakit, mulai dari gangguan hati, ginjal, dan jantung. 

5.     Albumin: Pemeriksaan albumin mengukur kadar albumin dalam darah yang dianjurkan secara berkala sebagai bagian dari pemeriksaan kesehatan. Albumin adalah protein yang diproduksi oleh hati dan bertugas untuk menahan cairan agar tidak keluar dari pembuluh darah.

Paket Skrining Fungsi Ginjal

1.     Ureum:  Tes ini adalah tes untuk menentukan kadar urea nitrogen dalam darah yang merupakan zat sisa dari metabolisme protein dan seharusnya dibuang melalui ginjal.

2.     Kreatinin: Tes kreatinin dilakukan untuk menentukan kadar kreatinin dalam darah. Kreatinin merupakan zat sisa hasil pemecahan otot yang akan dibuang melalui ginjal. Kadar kreatinin yang tinggi dalam darah dapat menjadi tanda adanya gangguan pada ginjal.

3.     Asam urat: Pemeriksaan asam urat mengukur kadar asam urat dalam darah dan urine. Asam urat diproduksi saat pemecahan purin yang dihasilkan oleh Sel-sel tubuh yang tua atau mati. Purin dikeluarkan dalam bentuk asam urat oleh ginjal dari tubuh lewat urine dan feses. 

Paket Kelenjar Tiroid

1.     TSHs: Tes TSHs merupakan pemeriksaan menggunakan sampel darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan untuk mengukur konsentrasi thyroid-stimulating hormone (TSH) dalam darah. TSH berfungsi merangsang kelenjar tiroid untuk memproduksi hormon thyroxine (T4) dan triiodothyronine (T3). Fungsi TSH dipengaruhi oleh thyrotropin releasing hormone (TRH) yang dihasilkan oleh hipotalamus untuk mempertahankan konsentrasi yang stabil dari hormon tiroid dalam darah.

 

 

 

 

 

Persiapan

*Puasa 10 - 12 Jam sebelum pengambilan darah.

***Tidak berhubungan seks setidaknya dalam 24 jam terakhir.

 

 

Daftarkan email Anda untuk berlangganan Info diskon eksklusif Triasse. Daftar sekarang, GRATIS!
Langganan Anda tidak dapat disimpan. Silakan coba lagi.
Terima kasih sudah berlangganan di Triasse.