E-Form Vaksin

FAQs

Persiapan sebelum menerima vaksin Covid-19

Sebelum Anda menerima vaksin Covid-19, ada beberapa persiapan vaksin yang harus dilakukan. Hal ini dilakukan agar tubuh dalam kondisi prima. Cek di bawah ini:
  • Hindari minuman beralkohol

    Sebelum melakukan vaksinasi, batasi asupan alkohol satu hari sebelum Anda melakukan vaksin. Terlalu banyak mengonsumsi alkohol bisa menyebabkan dehidrasi dan mabuk. Jika datang ke tempat vaksin dalam keadaan seperti itu, kemungkinan penerimaan vaksin akan dibatalkan karena bisa memberikan efek samping yang cukup berat.
  • Meredakan alergi

    Salah satu efek samping yang kemungkinan bisa Anda alami adalah alergi. Ada beberapa reaksi alergi yang mungkin muncul pada penerima vaksinasi. Jadi, jika Anda termasuk golongan orang yang memiliki alergi khususnya alergi obat, sebaiknya siapkan obat anti-alergi sebelum datang ke tempat vaksinasi. Meskipun obat alergi ini tidak memberikan efek samping yang signifikan, tetapi setidaknya bisa mengurangi alergi yang mungkin saja timbul. Namun, jika Anda memiliki riwayat alergi yang cukup parah, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter sebelum melakukan vaksinasi.
  • Tidak melakukan aktivitas berat

    Sebelum melakukan vaksinasi, pastikan jangan lakukan aktivitas berat, misalnya olahraga ekstrim. Selain itu, hindari juga mandi air panas karena kedua hal ini dapat memicu reaksi alergi.
  • Menjaga sistem imun

    Pastikan imun tubuh prima sebelum lakukan vaksin. Ada banyak hal yang bisa dilakukan, seperti mengonsumsi makanan yang bergizi, minum vitamin, dan juga menjaga suasana hati.
  • Jangan stress

    Salah satu penyebab turunnya sistem imun adalah tingkat stres yang tinggi. Meskipun rasa khawatir dan cemas menyelimuti Anda, tapi cobalah untuk tetap tenang dan berpikir positif. Tarik napas panjang dan duduk tegak di kursi menjadi salah satu cara yang bisa dilakukan agar rasa cemas dan khawatir bisa hilang. Meskipun kini pemberian vaksin sedang berjalan, bukan berarti Anda meninggalkan protokol Kesehatan yang dianjurkan pemerintah. Masih banyak diantara Anda yang belum menerima vaksin dan tentu tingkat penyebaran virus corona ini masih sangat tinggi. Jadi, pastikan Anda selalu memakai masker dimanapun kalian berada, mencuci tangan setelah atau sebelum memegang apapun, dan juga menjaga jarak. Yuk, sama-sama memutus rantai penyebaran virus corona dengan mengedepankan protokol kesehatan yang berlaku.
  • Lakukan Medical Check-up

    Untuk pastikan tubuh dalam kondisi prima, lakukan medical check-up secara menyeluruh. Sebab, tubuh yang kurang sehat bisa mengakibatkan efek samping vaksin yang berat. Oleh karena itu, penting bagi para lansia untuk mendapatkan surat pernyataan layak vaksin dari dokter.

Cek sertifikat Covid-19

Bagi masyarakat yang sudah menerima vaksinasi, maka pemerintah akan memberikan sertifikat Covid-19 yang bisa di cek melalui cara berikut.

SMS dari 1199

Setiap penerima vaksin akan mendapatkan SMS dari nomor 1199 yang menyatakan bahwa Anda telah melakukan vaksinasi. Pesan singkat ini berisikan nama lengkap, NIK, nomor tiket vaksin, jadwal vaksin tahap kedua lengkap dengan lokasi dan tanggal pelaksanaannya. Dalam sms ini terdapat tautan yang berisi sertifikat digital sebagai bukti Anda telah mengikuti vaksin tahap pertama

Melalui aplikasi PeduliLindungi

Selain melalui SMS, sertifikat digital juga bisa Anda dapatkan melalui aplikasi atau website PeduliLindungi. Anda bisa unduh aplikasi ini melalui ponsel yang berbasis IOS dan android.

Apa Saja Efek Samping Vaksin Covid-19 yang Dirasakan?

Setelah menerima vaksin Covid-19, ada beberapa efek samping yang mungkin dirasakan. Hal ini normal dan akan hilang dengan sendirinya dalam waktu kurang dari satu minggu. Sejak pertengahan Januari 2021 silam, pelaksanaan vaksin Covid-19 di Indonesia sudah digelar. Vaksin Sinovac dipilih oleh pemerintah dikarenakan memiliki keamanan, keefektifan, dan juga mutu yang tinggi. Hal ini didasari dari serangkaian pengujian praklinis tahap satu, dua, dan tiga. Pemberian vaksinasi covid-19 ini dilakukan untuk mengurangi risiko terinfeksinya virus corona yang dapat menimbulkan gejala penyakit. Vaksin Covid-19 bekerja untuk mengembangkan respon kekebalan untuk melindungi tubuh dari infeksi virus. Untuk mendapatkan kekebalan tubuh yang dibutuhkan, vaksinasi ini harus dilakukan selama dua tahap. Biasanya jeda antara vaksin pertama dan kedua, yaitu 14 hari. Sama halnya dengan vaksinasi yang lain, terdapat beberapa efek samping yang mungkin muncul. Namun, efek samping ini tidak bisa disamaratakan karena setiap orang memiliki reaksi tubuh yang berbeda-beda. Oleh karena itu, efek samping itu hanyalah bersifat sementara dan akan hilang dengan sendirinya.

Efek samping vaksin Covid-19

Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization) menjelaskan bahwa ada beberapa efek samping atau reaksi setelah vaksinasi Covid-19 yang mungkin muncul. Hal ini sangat normal dan sudah diperkirakan. Adanya reaksi ini menandakan bahwa tubuh sedang membangun perlindungan terhadap virus. Berikut beberapa reaksi yang paling umum:
  • Terdapat nyeri atau kemerahan di area suntikan
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot atau sendi
  • Kelelahan
  • Demam Ringan
Efek samping ini bersifat sementara dan berlangsung kurang dari satu minggu. Namun, jika lebih dari satu minggu efek samping tersebut tidak kunjung hilang, segera periksakan ke dokter atau beri tahu kepada petugas kesehatan yang memberikan vaksin. Menurut WHO yang diwakili oleh Ayako Fukushima, tidak semua orang akan mendapatkan reaksi ringan setelah vaksinasi. Pasti ada beberapa orang yang mengalami reaksi berat dan harus segera melaporkan kepada petugas pelayanan kesehatan. Sebab, dengan adanya pelaporan tersebut, petugas kesehatan akan mengobati gejala yang dialami oleh penerima vaksin, kemudian otoritas kesehatan pun akan melakukan penyelidikan yang lebih terperinci mengenai penyebab timbulnya masalah ini. Ada banyak dugaan yang bisa diselidiki dari reaksi berat yang timbul setelah vaksinasi dan WHO selalu mendukung penyelidikan ini untuk seluruh negara di dunia. Fukushima menjelaskan bahwa setiap vaksin Covid-19 telah melalui proses pengujian berbagai tahap yang sangat ketat untuk memastikan keamanannya sebelum didistribusikan ke masyarakat dunia. Hingga saat ini, WHO jarang sekali mendapatkan informasi mengenai masalah kesehatan yang sangat berat karena vaksinasi. Oleh karena itu, jangan takut untuk melakukan vaksin karena dengan cara ini Anda akan melindungi diri sendiri dan juga orang di sekitar dari Covid-19.

Apa Saja yang Harus Dilakukan untuk Kurangi Risiko Efek Samping Vaksin Covid-19?

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi efek samping setelah vaksinasi:

Pastikan sudah makan

Pastikan Anda sudah mengonsumsi nutrisi yang bergizi sebelum melakukan vaksinasi. Sebab, makanan bergizi dapat membantu sistem kekebalan tubuh bekerja secara maksimal. Pastikan Anda dalam kondisi yang tidak lapar atau haus ketika menerima vaksin

Tidur yang cukup

Mungkin satu hari sebelum menerima vaksin Anda merasa takut atau cemas yang berlebihan. Padahal kondisi ini yang membuat imunitas tubuh menurun. Ada baiknya Anda lakukan istirahat yang cukup agar ketika menerima vaksin kondisi tubuh dalam keadaan fit. Selain asupan makanan yang bergizi, istirahat yang cukup juga bisa meningkatkan imunitas dalam tubuh.

Hindari kopi dan alkohol

Sebelum proses vaksinasi selesai, dihimbau untuk tidak mengonsumsi kopi dan minuman yang mengandung alkohol. Hal ini dilakukan agar tidak ada yang mempengaruhi tekanan darah. Sebab, seperti yang kita tahu, kafein memiliki dampak terhadap tekanan darah dan vaksinasi bisa dilakukan jika penerima memiliki tekanan darah di bawah 180/110 mmHg. Jangan karena Anda mengonsumsi kopi atau alkohol, kesempatan untuk mendapatkan vaksin harus dibatalkan.

Atur waktu untuk vaksin tahap kedua

Untuk penerimaan vaksin Covid-19 ini dilakukan secara dua tahap. Biasanya vaksin tahap kedua akan dilakukan 14 hari setelah penerimaan vaksin tahap pertama. Untuk tahap kedua ini Anda diwajibkan hadir supaya mendapatkan hasil yang maksimal dari vaksinasi tersebut.

Syarat-syarat penerima vaksin Covid-19

Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi jika seseorang ingin mendapatkan vaksin Covid-19. Sebab, untuk pendistribusian vaksin ini harus melalui beberapa tahap dan juga skala prioritas. Jadi, tidak semata-mata semuanya akan mendapatkan vaksin di waktu yang sama, melainkan mendahului kelompok-kelompok yang paling membutuhkan, seperti tenaga medis yang berisiko tinggi karena hidup berdampingan dengan virus ini setiap hari, kelompok lansia yang paling berisiko karena imunitas yang sudah menurun, dan kelompok lainnya yang lebih membutuhkan. Untuk lebih jelas lagi, apa saja syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk penerimaan vaksin Covid-19, berikut ini ulasan selengkapnya.
  1. Bagi yang pernah terpapar Covid-19, pastikan sudah bebas dari virus ini lebih dari tiga bulan.
  2. Minimal usia di atas 18 tahun. Khusus untuk lansia, harus mendapatkan persetujuan dokter sebelum dilakukannya vaksin Covid-19.
  3. Penundaan untuk para ibu hamil dan jika ingin menjalankan program kehamilan, bisa dilakukan setelah mendapatkan vaksin Covid-19 yang kedua.
  4. Tekanan darah di bawah 180/110 mmHg.
  5. Ibu menyusui diperbolehkan mendapatkan vaksin.
  6. Vaksin tidak diberikan untuk para pengidap penyakit kronik, seperti PPOK, asma, penyakit jantung, penyakit gangguan ginjal, penyakit hati yang sedang dalam kondisi akut atau belum terkendali. Namun, vaksinasi diperbolehkan untuk mereka yang kondisinya sudah memungkinkan dan mendapatkan keterangan layak mendapatkan vaksinasi dari dokter.
  7. Jika memiliki riwayat alergi berat (bengkak kemerahan di seluruh tubuh, sesak nafas, dan reaksi berat lainnya) vaksinasi harus dilakukan di rumah sakit. Namun, jika kondisi ini muncul setelah melakukan vaksin yang pertama, maka untuk vaksin tahap berikutnya sudah tidak perlu diberikan lagi.
  8. Bagi penderita penyakit kronis, seperti kanker wajib menyertakan surat keterangan layak vaksin dari dokter.
  9. Vaksin tidak dianjurkan untuk pengidap penyakit autoimun sistemik dan harus berkonsultasi dengan dokter terkait.
  10. Vaksin harus ditunda untuk para pengidap gangguan pembekuan darah, defisiensi imun, dan penerima produk darah/transfusi Namun, vaksin bisa dilakukan jika ada surat keterangan layak dari dokter yang merawatnya.
  11. Vaksin bisa diberikan bagi pengidap penyakit epilepsi atau ayan, asalkan dalam keadaan terkontrol.
  12. Jika telah menerima vaksinasi lain dalam waktu yang berdekatan, maka vaksin Covid-19 harus ditunda minimal satu bulan setelah penerimaan vaksinasi selain Covid-19 tersebut.
  13. Vaksin bisa dilakukan untuk para pengidap HIV-AIDS yang minum obat secara teratur.
  14. Untuk kelompok lansia yang berusia lebih dari 60 tahun, terdapat beberapa kriteria yang harus dipastikan kebenarannya sebelum mendapatkan vaksin, yaitu:
    • Apakah mengalami kesulitan saat naik 10 anak tangga?
    • Apa sering mengalami kelelahan?
    • Memiliki paling sedikit 5 dari 11 penyakit, misalnya diabetes, kanker, paru kronis, serangan jantung, nyeri dada, nyeri sendi, gagal jantung kongestif, stroke, penyakit ginjal, hipertensi, asma. Jika hanya memiliki 4 di antaranya, masih tidak bisa divaksinasi Covid-19.
    • Mengalami kesulitan berjalan, kira2 100-200 meter.
    • Adanya penurunan badan yang signifikan dalam satu tahun terakhir.
Vaksin akan diberikan jika hanya ada satu atau dua poin saja yang dialami oleh lansia tersebut. Namun, jika melebihi itu, maka vaksin tidak dapat diberikan. Oleh karena itu, untuk lansia dianjurkan melakukan medical check up untuk memastikan bahwa kondisi tubuh aman menerima vaksin Covid-19. Meskipun kini vaksin sudah mulai didistribusikan, bukan berarti Anda sudah kembali hidup normal seperti sedia kala. Masyarakat harus tetap mematuhi protokol Kesehatan yang berlaku, yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Hal ini dilakukan untuk menekan angka yang terpapar virus corona dan dunia segera pulih dari pandemi ini. Referensi: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5374231/syarat-baru-vaksinasi-ini-yang-boleh-dan-tak-boleh-disuntik-vaksin-corona https://www.henryford.com/blog/2021/01/getting-covid-vaccine-what-to-know
Daftarkan email Anda untuk berlangganan Info diskon eksklusif Triasse. Daftar sekarang, GRATIS!
Langganan Anda tidak dapat disimpan. Silakan coba lagi.
Terima kasih sudah berlangganan di Triasse.